contoh kalimat malay archipelago
- Wallace travelled from 1854 to 1862 through the Malay Archipelago.
Wallace melakukan perjalanan sejak tahun 1854 hingga 1862 melewati Kepulauan Melayu. - Mary Somer, Aurea Chersonesus, Laguna Copperplate, Malay Archipelago, Ptolemy
Timor Tetum, Duarte Barbosa, Ho Chi Minh, Hoa Hao, Keppel Container - Wallace collected more than 126,000 specimens in the Malay Archipelago (more than 80,000 beetles alone).
Wallace mengumpulkan lebih dari 126.000 spesimen di Kepulauan Melayu (termasuk lebih dari 80.000 kumbang). - The historical links between the Malay Archipelago and Madagascar took place during the era of Srivijaya empire.
Hubungan sejarah antara Kepulauan Melayu dan Madagaskar terjadi pada zaman kekaisaran Sriwijaya. - In the countries of the Malay Archipelago Muslims are majorities in each country other than the Philippines, Singapore, and East Timor.
Di sini Muslim adalah mayoritas di setiap negara selain Filipina dan Timor Timur. - It is unclear which of these species is the one usually involved in fatalities in the Malay Archipelago.
Hal yang jelas karenanya dari spesies ini adalah yang biasanya terlibat dalam kematian di Semenanjung Malaya. - However, it is generally acknowledged that it was the region where Islam first entered into the Malay archipelago.
Namun, secara umum diakui bahwa Aceh adalah daerah di mana Islam pertama kali masuk ke kepulauan Melayu. - By February 1858, Wallace had been convinced by his biogeographical research in the Malay Archipelago of the reality of evolution.
Pada bulan Februari 1858, Wallace telah diyakinkan dengan penelitian biogeografinya di Kepulauan Melayu tentang realitas evolusi. - John Stuart Mill was impressed by remarks criticising English society that Wallace had included in The Malay Archipelago.
John Stuart Mill terkesan dengan berbagai pernyataan yang mengkritik masyarakat Inggris yang dimuat oleh Wallace dalam The Malay Archipelago. - Whilst primarily directed towards the Malay diaspora in Ceylon, the Alamat Langkapuri also had a readership in the Malay archipelago.
Meskipun tujuan utamanya adalah bagi para diaspora Melayu di Sri Lanka, Alamat Langkapuri juga mempunyai pembaca di kepulauan Melayu. - The treaty determined the spheres of influence in the Malay archipelago between the two colonial powers - Great Britain and the Netherlands.
Perjanjian tersebut menetapkan lingkup pengaruh kepulauan Melayu antara dua kekuatan kolonial pada masa itu – Britania Raya dan Belanda. - Champa also had close trade and cultural relations with the powerful maritime empire of Srivijaya and later with the Majapahit of the Malay Archipelago.
Champa memiliki hubungan perdagangan dan budaya yang erat dengan kerajaan maritim Sriwijaya, serta kemudian dengan Majapahit di kepulauan Melayu. - Although Wallace had sent several articles for journal publication during his travels through the Malay archipelago, the Ternate essay was in a private letter.
Meskipun Wallace telah mengirimkan beberapa artikel untuk diterbitkan sebagai jurnal sepanjang perjalanannya di kepulauan Melayu, esai Ternate tersebut berupa sebuah surat pribadi. - Sub-Saharan Africa, India, and the Malay Archipelago also have large Muslim populations, but these areas have had less influence than the heartland on the various traditions of Islamic music.
Sub-Sahara Afrika dan India juga memiliki populasi Muslim yang besar, tetapi daerah-daerah ini memiliki pengaruh yang lebih kecil. - In 1824, British hegemony in Malaya (before the name Malaysia) was formalised by the Anglo-Dutch Treaty, which divided the Malay archipelago between Britain and the Netherlands.
Pada tahun 1824, hegemoni Britania di Malaya (sekarang Malaysia) diformalkan dengan Perjanjian Anglo-Belanda, yang membagi kepulauan Melayu antara Britania dan Belanda. - The term in this sense encompasses Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapore, and Southern Thailand, and is sometimes used interchangeably with the concepts of 'Malay Archipelago' and 'Nusantara'.
Istilah tersebut dalam pengertian ini mencakup Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand Selatan, dan kadang-kadang digunakan secara bergantian dengan konsep "Kepulauan Melayu" dan "Nusantara". - The species name plateni commemorates Carl Constantin Platen, a German doctor who collected birds and butterflies in the Malay Archipelago and gave Blasius his specimen of the rail.
Nama spesies plateni memperingati Carl Constantin Platen, seorang dokter Jerman yang mengumpulkan burung dan kupu-kupu di Kepulauan Melayu dan memberi Blasius spesimen mandarnya. - Communication with Wallace in the far-off Malay Archipelago was impossible without months of delay, so he was not part of this rapid publication.
Komunikasi dengan Wallace yang sedang berada jauh di kepulauan Melayu tidak mungkin dilakukan tanpa keterlambatan selama beberapa bulan, maka ia tidak ambil bagian dalam publikasi yang cepat ini. - Part of the distinct Acehnese identity would stem from its status as the earliest Islamic region and the exemplar for the rest of the Malay archipelago.
Bagian identitas Aceh yang berbeda dari daerah lainnya ini berasal dari statusnya tersebut, sebagai wilayah Islam awal dan contoh untuk kesultanan-kesultanan lain di kepulauan Melayu. - The lantaka (also known as kanyon in Tagalog) were a type of bronze swivel gun mounted on merchant vessels travelling the waterways of Malay Archipelago.
Lantaka (rentaka dalam bahasa Melayu, dikenal juga Kanyon dalam bahasa Tagalog) adalah jenis meriam perunggu yang dipasang pada kapal dagang selama berlayar di perairan Semenanjung Malaysia.